Langsung ke konten utama

Puteri Ketepel Dan Pangeran Kunang-Kunang

Foto : Internet
Terilustrasi dari gambar Ariel diatas. Saya akan bercerita tentang satu kisah tentang seorang wanita yang mendambakan cinta sejatinya, sebutlah ia Putri Ketepel, disingkat Putpel. Putpel memiliki kebiasaan unik. Ketika malam datang ia duduk di atas loteng rumahnya. Diam-sendiri-merenung -menatap bintang- bicara pada bulan. Baginya malam adalah waktu yang paling tepat untuk melepaskan semua kepenatan aktivitasnya di siang hari.
Begitupun dengan malam itu saat purnama. Bulan tampak perkasa dengan ornamen cahaya putih memuncah diantara gelapnya malam.
Inilah saat yang ia tunggu-tunggu. Sambil tergopoh-gopoh ia menaiki anak tangga menuju kamarnya lalu loncat melalui mulut jendela, ia terlihat antusias sekali malam itu. Lembaran kertas, spidol dan ketepel butut pun selalu ia genggam sampai akhirnya ia bisa duduk manis di atas loteng.
Gerak geriknya terlihat lain, dia begitu ceria dan bersemangat. Apa gerangan yang membuatnya seperti itu?barangkali ia sedang jatuh cinta (lagi), mungkinkah?
Putpel adalah wanita yang senang berkhayal. Ia menghalalkan segala khayalannya itu dengan cara menulis di selembaran kertas lalu meremukan kertasnya dan ia luncurkan kertas itu dengan bantuan ketepel bututnya ke arah langit. Pikirnya, Tuhan itu ada diatas. Jika meminta suatu hal dengan ucapan saja tidak cukup, perlu ada usaha. Maka ia mencoba menuliskannya dan melemparkannya ke atas. Bisa sih pakai balon udara, tapi perlu modal tabung gas. Lagi pula butuh waktu untuk membuatnya sampai diatas karena pergerakannya lambat. Jadi dia rasa ketepel-lah solusinya.
Ia membenarkan posisi duduknya, meletakkan semua yang ia genggam dan mengambilnya lagi satu per satu. Satu kertas ia baringkan di paha kirinya, ia mulai berfikir untuk menulis satu kalimat pembuka. Di ketuk-ketukan ujung spidol di dahi nya sesekali ia gunakan ujung spidol itu menggaruk-garuk kepalanya.
Lalu ia membuka tutup spidol dan mulai mencoretkan tintanya di atas kertas putih tersebut,


Hai Purnama... Apa Kabar? Aku Kangen sekali padamu. Sampaikan salamku untuk Tuhan, aku ingin bercerita. Disini! 

lembar kertas pertama itu ia remas dan di arahkan ketepelnya ke langit, menarik pegasnya lalu meluncur.


-lembar kedua-

Purnama, pagi tadi aku bertemu seseorang, yang sebelumnya tidak pernah aku tahu. Dia pria, tidak rupawan tapi dia berkharisma. Saat pertama aku melihatnya, jantungku berdegup kencang. Aliran darah seperti tersendat, nafasku sedikit sesak dan badanku sulit di gerakan. aku bingung harus menyebut ini apa? menurutmu bagaimana?

lembar kertas berikutnya ia remas dan di arahkan ketepelnya ke langit, menarik pegasnya lalu meluncur.

-lembar ketiga-
tatapannya begitu hangat, aroma tubuhnya didominasi parfum kelas atas, pakaiannya bersih dan tertata. Aku suka dia!
lembar kertas ketiga ia remas dan di arahkan ketepelnya ke langit, menarik pegasnya lalu meluncur.

-lembar keempat-
apa mungkin ada perasaan cinta datang sesingkat ini?kuhitung satu menit aku bisa menyukainya setelah lima menit aku bisa mengatakan dialah Pangeran Kunang-Kunang. Oh!Purnama, salahkah?
lembar kertas keempat ia remas dan di arahkan ketepelnya ke langit, menarik pegasnya lalu meluncur.

-lembar kelima-
Ini lembar terakhir yang ku tulis. Disini akan aku jelaskan kenapa aku menyebutnya Pangeran Kunang-Kunang. Seperti layaknya Kunang-kunang, dia hijau-berkedip-kedip dan singkat. Kamu tentu tahu, aku suka suasana malam tapi aku tidak suka gelap, makanya kenapa aku sangat senang ketika ada bulan dan juga bintang yang berserakan menghiasi langit karena disitulah malam di katakan indah. Apalagi ada kunang-kunang.. itu harapanku.
Sama seperti dia yang tadi ku lihat, indah dan singkat. Muncul tak terduga pergi pun semaunya, tapi aku selalu mengharapkan untuk ditemaninya walaupun hanya 1 hari.
Purnama, apakah Puteri ketepel dan Pangeran Kunang-Kunang akan menjadi nyata? atau hanya bisa disajikan menjadi cerita dongeng yang tidak sempurna ? 
lembar kertas terakhir ia simpan dalam sebuah kotak yang suatu saat akan ia beri pada orang yang tepat. 

Mungkin, pada saat gerimis datang dan mengantarkan sang Puteri Ketepel kehadapan Pangeran Kunang-Kunang. 
Someday :) 

currently song : Bruno Mars - Talking To The Moon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganalisa Persentase Bangunan dan Material

"Dita, mulai sekarang kamu sering-sering ke belakang ya. Lihat lapangan lalu analisis persentase pembangunan rumah-rumah yang sedang kita bangun buatkan juga saya laporan total material Yang terpakai. Tidak hanya melihat patokan RAB saja ya."   Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan atasan saya beberapa bulan kebelakang. Well, dengan kata lain mulai hari itu tugas saya di kantor bertambah, "Wadaww! gaji saya kapan nambah pak?" *Twew* dumel saya dalam hati.  Awalnya memang saya merasa ga ikhlas sih nerima kerjaan ini. Selain karena "ehem"-nya saya juga takut kerjaan saya jadi banyak yang keteteran gara-gara ini. Apalagi saya sering sekali melakukan keteledoran: by my own admission that is a bad habit . Uh! apalagi kalau di tambah seperti ini sudah tentu ingin nangis (cengeng, buk!)   Tapi ah, gimana mau tahu kemampuan diri kalau belum mencobanya. Kalau salah kan bukan berarti 100% kesalahan saya toh, ini bukan pekerjaan pokok saya. Lagipul...

TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN

Teori asal usul kehidupan di bagi kedalam dua bagian, diantaranya : 1. Teori Abiogenesis          yaitu bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk tak hidup. Tokoh yang menprakarsai teori tersebut adalah Aristoteles, tokoh pendukung teori ini diantaranya; Antonyvan Leeuwenhook dan John Needham. Contoh percobaan Abiogenesis 2. Teori Biogenis          yaitu bahwa semua kehidupan berasal dari sel telur ( omne vivum ex ivo), semua sel telur berasal dari kehidupan (omne ovum ex vivo), semua kehidupan berasal dari kehidupan ( omne vivum ex vivo ) . Teori tersebut berdasarkan pada percobaan yang dilakukan pada percobaan kontrol dan percobaan perlakuan. Tokoh yang memprakarsai teori tersebut adalah F. Redy, Lazzaro Spalanzoni, Louis Paster. Contoh percobaan Biogenesis. 1. Percobaan F. Redy  2. Percobaan Lazzaro Spalanzani 3. Percobaan Louis Pasteur 

Tentang 11 Januari

Foto : Internet Inilah kami saat bersama setelah ikrar suci yang kami ucapkan di 11 Januari tiga tahun silam. Bagi saya 3 tahun waktu yang cukup untuk bisa saling memahami satu sama lain.  Kami biasa melewatkan waktu pagi setelah sholat shubuh dengan duduk santai berdua di gazeboo ditemani coklat panas, donat toping keju dan embun pagi untuk sekedar berdiskusi tentang toko kue yang kami bangun bersama sejak tahun 2010, lalu pekerjaan utama kami sebagai karyawan saya di perusahaan developer dan dia di bidang advertisiment . Dialah imamku dan akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Kami memang belum dianugrahi mahluk-mahluk kecil namun kami berkeyakinan suatu saat mahluk kecil itu akan datang dan meramaikan rumah kami.  Kali ini saya akan membuat pengakuan, kali ini saya ingin berseru, " Saya bangga dan akan selalu bangga punya dia!".  Mungkin ini terkesan berlebihan tapi itulah yang saya rasakan dia selalu setia menemani saya, dia yang memberikan motivasi...