Langsung ke konten utama

Sentilan Halus

Menutup bulan November beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sedikit sentilan halus dari yang Maha Kuasa. Sentilan (lagi) ini memberikan pelajaran lagi untuk saya untuk melakukan suatu hal dengan hati-hati dan DOA.
Ya. hari itu Kamis, 29 November iring-iringan motor bersama orang tua saya untuk berkunjung ke suatu tempat. Jam 10:00 saya berangkat dengan beberapa list tempat yang sudah saya tempel dalam memory . Saya mau ke kantor, tapi sebelum sampai di tujuan utama saya punya plan ke beberapa tempat yang diantar orang tua saya, kebetulan mamah dan papah juga punya tujuan yang searah. Dalam hati saya mengingat-ingat lagi tempat mana saja yang mau saya jajaki. Setelah mengingat-ingat beberapa menit, akhirnya tergambar tempat-tempat mana saja yang akan saya lalui. Saya mau ke BEC, lalu ke NISP kepatihan untuk mengurusi pekerjaan yang tertinggal disana dan lanjut ke kantor. Saya sudah menduga pasti akan siang sekali saya tiba di kantor karena terjeda beberapa plan ke tempat-tempat itu. Tak apalah, pikir saya. 
Saat saya dan orang tua saya meninggalkan rumah keganjilan pun terjadi.  Hampir dua kali mamah bolak balik masuk rumah karena beberapa barang yang ketinggalan. Pertama, saat motor baru melaju hingga 10 M tiba-tiba papah berhenti lalu kembali ke rumah , katanya ada perkakas yang tertinggal dan itu harus di bawa. Setelah beres papah melajukan lagi motornya namun sampai pada jarak 100M berhenti lagi dan kali ini helm mamah yang tertinggal. Saya yang mengikuti papah dari belakang pun tga ngeh kalau dari tadi mamah tidak memakai helm. Dengan wajah yang was-was mamah berguman " Ya Allah, ada apa ini? ada aja yang ketinggalan" . Tidak biasanya mamah memasang wajah was-was begitu dan biasanya kalau mamah sudah berucap seperti itu sesuatu akan terjadi, feeling saya bilang begitu.
Saya mencoba bersikap biasa-biasa saja dan melanjutkan perjalanan. Sebelum ke BEC, kami menyampaikan amanat dari adik kami untuk ke sekolahnya mengantarkan tugas yang tertinggal. Setelah sampai disana dan menyampaikan tugas tersebut, kami pun menancap gas ke BEC. Kami memilih jalan ambon sebagai jalan alternatif menuju BEC lalu di perempatan belok kiri melewati sepanjang jalan merdeka. Dan disitulah hal buruk terjadi lagi. Bukan kejambretan bukan juga nabrak mobil BMW melainkan ketabrak mobil APV. *BRUG
Kejadian itu sangat singkat dan tidak bisa terhindari. Saya yang melajukan motor dengan setelan 20 KM membelokan stang ke arah kanan, lalu dari arah yang sama tepat di belakang saya pengendara mobil apv melaju lurus hingga jarak kami begitu dekat. Tak terelakan dasbor depan mobil miliknya dan dasbor belakang motor saya pun bercumbu. Dan saya pun terpingkal dari motor kaki kiri saya mencium aspal dan tubuh bagian kanan saya menahan motor. Kejadian itu seketika mengundang massa untuk melihat kejadian ini. Saya sudah pasrah kali itu saya hanya bisa istigfar menyebut nama Allah dan memohon ampun. Saya takut ada lain "amit-amit" yang terjadi setelah itu. Motor saya tergeletak di jalan dan pengendara mobil itu melaju ke tepian jalan. Beberapa orang memghampiri saya lalu membantu saya untuk berdiri. 
Saya di bawa masuk mobil. Papah dan mamah yang tadi ada di belakang saya hanya memperlihatkan ekspresi percaya dan tidak percaya. Sesekali papah wajah emosi papah mencuat mungkin karena melihat saya meringis kesakitan. Tapi kemudian ia kembali tenang ketika sang pelaku mau bertanggung jawab. 
Saya masih meringis kesakitan dan mengalihkan pandangan ke arah motor. Saya sangat terpukul mendapati motor yang setia menemani saya kemana pun itu cacat. Samping kanan motor itu bolong karena benturan dengan aspal. 
Saya ingin menangis. Bukan karena luka yang nantinya akan berbekas tapi karena motor yang saya perjuangkan selama 2 tahun ini harus mengalami kondisi seperti itu.  
Sama halnya seperti papah, mamah selalu terlihat bingung. Mukanya berkecamuk pikiran hebat.  Kalau dikaitkan dengan  peristiwa awal sebelum berangkat (bolak-balik keluar masuk rumah), itu sebuah pertanda dari klimaks terjadinya hal ini, tapi entahlah. 
Yang pasti satu hal yang buat saya sadar sebelum berangkat tadi saya tidak menyisipkan doa keselamatan. Dan karena itulah Allah menyentil saya dengan ini.
Pembelajarannya adalah saya tidak boleh pergi dengan kesombongan yaitu tanpa memohon perlindungan dari-Nya. Dan untuk teman-teman semoga hal ini jadi pembelajaran yang baik ya 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganalisa Persentase Bangunan dan Material

"Dita, mulai sekarang kamu sering-sering ke belakang ya. Lihat lapangan lalu analisis persentase pembangunan rumah-rumah yang sedang kita bangun buatkan juga saya laporan total material Yang terpakai. Tidak hanya melihat patokan RAB saja ya."   Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan atasan saya beberapa bulan kebelakang. Well, dengan kata lain mulai hari itu tugas saya di kantor bertambah, "Wadaww! gaji saya kapan nambah pak?" *Twew* dumel saya dalam hati.  Awalnya memang saya merasa ga ikhlas sih nerima kerjaan ini. Selain karena "ehem"-nya saya juga takut kerjaan saya jadi banyak yang keteteran gara-gara ini. Apalagi saya sering sekali melakukan keteledoran: by my own admission that is a bad habit . Uh! apalagi kalau di tambah seperti ini sudah tentu ingin nangis (cengeng, buk!)   Tapi ah, gimana mau tahu kemampuan diri kalau belum mencobanya. Kalau salah kan bukan berarti 100% kesalahan saya toh, ini bukan pekerjaan pokok saya. Lagipul...

TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN

Teori asal usul kehidupan di bagi kedalam dua bagian, diantaranya : 1. Teori Abiogenesis          yaitu bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk tak hidup. Tokoh yang menprakarsai teori tersebut adalah Aristoteles, tokoh pendukung teori ini diantaranya; Antonyvan Leeuwenhook dan John Needham. Contoh percobaan Abiogenesis 2. Teori Biogenis          yaitu bahwa semua kehidupan berasal dari sel telur ( omne vivum ex ivo), semua sel telur berasal dari kehidupan (omne ovum ex vivo), semua kehidupan berasal dari kehidupan ( omne vivum ex vivo ) . Teori tersebut berdasarkan pada percobaan yang dilakukan pada percobaan kontrol dan percobaan perlakuan. Tokoh yang memprakarsai teori tersebut adalah F. Redy, Lazzaro Spalanzoni, Louis Paster. Contoh percobaan Biogenesis. 1. Percobaan F. Redy  2. Percobaan Lazzaro Spalanzani 3. Percobaan Louis Pasteur 

Tentang 11 Januari

Foto : Internet Inilah kami saat bersama setelah ikrar suci yang kami ucapkan di 11 Januari tiga tahun silam. Bagi saya 3 tahun waktu yang cukup untuk bisa saling memahami satu sama lain.  Kami biasa melewatkan waktu pagi setelah sholat shubuh dengan duduk santai berdua di gazeboo ditemani coklat panas, donat toping keju dan embun pagi untuk sekedar berdiskusi tentang toko kue yang kami bangun bersama sejak tahun 2010, lalu pekerjaan utama kami sebagai karyawan saya di perusahaan developer dan dia di bidang advertisiment . Dialah imamku dan akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Kami memang belum dianugrahi mahluk-mahluk kecil namun kami berkeyakinan suatu saat mahluk kecil itu akan datang dan meramaikan rumah kami.  Kali ini saya akan membuat pengakuan, kali ini saya ingin berseru, " Saya bangga dan akan selalu bangga punya dia!".  Mungkin ini terkesan berlebihan tapi itulah yang saya rasakan dia selalu setia menemani saya, dia yang memberikan motivasi...