Langsung ke konten utama

Secangkir Coklat Panas

Foto : Kingsonsurya


Secangkir coklat panas menemani saya pagi ini. Embunnya berkeliaran di sekitaran muka cangkir. Saya sangat suka meminumnya dalam keadaan panas, karena ini yang dinanti meniupnya lalu embun terhempas dan mengepul di ujung hidung saya. Hehehe! Dan lagi-lagi karena hal itu saya terhibur .
Cocoknya, hari ini hati saya sedang tak menentu . Pssstt.... gundah, lebih tepatnya sakit hati karena... sudahlah! tak perlu saya jelaskan sekarang.

Hemm....
Pernahkah kamu merasakan sakit hati?
Pertanyaan klasik yang menghinggap pada seseorang yang sedang patah hati. Dan kali ini aku merasakannya, untuk kedua kali. 
Pernahkah kamu merasa tidak berharga?
Pertanyaan kedua terlontar dan lagi-lagi buat seseorang yang sedang remuk hatinya.

Pernahkah kamu mencintai seseorang tapi dikhianati? Atau kamu pernah menjalani suatu ikatan yang didasari rasa saling mencintai dan percaya, tapi di permainkan?
Berapa banyak sakitnya?

Saya sekali lagi bertanya untuk seseorang yang sedang dilanda perasaan hancur dalam hatinya....

Apakah yang pernah kalian rasakan itu sama seperti yang saya rasakan ini..?

Pagi ini sangat cerah tapi begitu mendung bagi saya. Mungkin hanya saya saja. Coklat panas ini terasa menenangkan tapi kenapa begitu sesaat?. Saya ingin kembali merasakan ketenangan yang sama saat saya meneguknya sedikit demi sedikit coklat panas ini. Tapi , itu tidak mungkin. Lama-lama akan habis jua. 

Tanya saya, adakah obat penawar rasa sakit hati?

Sakitnya terlalu sakit. 

Lebih sakit dari sekedar jatuh dari anak tangga , lebih sakit dari jatuh karena lantai licin, bahkan jauh lebih sakit dari benturan dasbor motor yang menabrak belakang mobil .

Kenapa harus merasakan sakit hati, bila itu cinta?

Kenapa harus ada penghianatan, bila itu cinta?

Kenapa harus ada pembelaan, bila memang tak setia?

Saya hidup, belajar untuk segalanya...

Belajar menjadi dewasa, belajar menjadi wanita baik, belajar mencintai dengan tulus. 
Tapi tak pernah di istimewakan.
Atau mungkin permintaan saya yang terlalu berat untuk di penuhi?
Entahlah,

Hati saya sedang berkecamuk. 
Biarlah rasa sakit ini terus disini, 
setidaknya saya tahu masih ada yang menemani ..... [Secangkir Coklat Panas]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganalisa Persentase Bangunan dan Material

"Dita, mulai sekarang kamu sering-sering ke belakang ya. Lihat lapangan lalu analisis persentase pembangunan rumah-rumah yang sedang kita bangun buatkan juga saya laporan total material Yang terpakai. Tidak hanya melihat patokan RAB saja ya."   Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan atasan saya beberapa bulan kebelakang. Well, dengan kata lain mulai hari itu tugas saya di kantor bertambah, "Wadaww! gaji saya kapan nambah pak?" *Twew* dumel saya dalam hati.  Awalnya memang saya merasa ga ikhlas sih nerima kerjaan ini. Selain karena "ehem"-nya saya juga takut kerjaan saya jadi banyak yang keteteran gara-gara ini. Apalagi saya sering sekali melakukan keteledoran: by my own admission that is a bad habit . Uh! apalagi kalau di tambah seperti ini sudah tentu ingin nangis (cengeng, buk!)   Tapi ah, gimana mau tahu kemampuan diri kalau belum mencobanya. Kalau salah kan bukan berarti 100% kesalahan saya toh, ini bukan pekerjaan pokok saya. Lagipul...

TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN

Teori asal usul kehidupan di bagi kedalam dua bagian, diantaranya : 1. Teori Abiogenesis          yaitu bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk tak hidup. Tokoh yang menprakarsai teori tersebut adalah Aristoteles, tokoh pendukung teori ini diantaranya; Antonyvan Leeuwenhook dan John Needham. Contoh percobaan Abiogenesis 2. Teori Biogenis          yaitu bahwa semua kehidupan berasal dari sel telur ( omne vivum ex ivo), semua sel telur berasal dari kehidupan (omne ovum ex vivo), semua kehidupan berasal dari kehidupan ( omne vivum ex vivo ) . Teori tersebut berdasarkan pada percobaan yang dilakukan pada percobaan kontrol dan percobaan perlakuan. Tokoh yang memprakarsai teori tersebut adalah F. Redy, Lazzaro Spalanzoni, Louis Paster. Contoh percobaan Biogenesis. 1. Percobaan F. Redy  2. Percobaan Lazzaro Spalanzani 3. Percobaan Louis Pasteur 

Tentang 11 Januari

Foto : Internet Inilah kami saat bersama setelah ikrar suci yang kami ucapkan di 11 Januari tiga tahun silam. Bagi saya 3 tahun waktu yang cukup untuk bisa saling memahami satu sama lain.  Kami biasa melewatkan waktu pagi setelah sholat shubuh dengan duduk santai berdua di gazeboo ditemani coklat panas, donat toping keju dan embun pagi untuk sekedar berdiskusi tentang toko kue yang kami bangun bersama sejak tahun 2010, lalu pekerjaan utama kami sebagai karyawan saya di perusahaan developer dan dia di bidang advertisiment . Dialah imamku dan akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Kami memang belum dianugrahi mahluk-mahluk kecil namun kami berkeyakinan suatu saat mahluk kecil itu akan datang dan meramaikan rumah kami.  Kali ini saya akan membuat pengakuan, kali ini saya ingin berseru, " Saya bangga dan akan selalu bangga punya dia!".  Mungkin ini terkesan berlebihan tapi itulah yang saya rasakan dia selalu setia menemani saya, dia yang memberikan motivasi...