Langsung ke konten utama

Postingan

Halo 1 Maret.....

Saya bersyukur karena sampai detik ini masih banyak orang yang peduli dengan diri saya, terutama kepada Sang Pencipta. Dialah sutradara terbaik yang menjadikan saya tokoh utama di kehidupan (saya sendiri). Dengan cerita yang tak terduga dan tidak terencana, itulah Manisnya.  Salah satu diantaranya adalah kiriman orang-orang BAIK yang menemani setiap kali saya melakukan "take", mereka di berikan peran sebagai pendukung karir saya juga memberikan semangat dan perhatian untuk saya. Saya bahagia sekali, Sungguh!!! Mungkin di kenyataannya ini adalah bentuk nyata dari doa-doa yang saya panjatkan.  Bertemu dengan orang-orang HEBAT yang secara tidak langsung mereka-mereka ini memotivasi saya untuk tidak menjadi seorang Pengeluh. Saya ingin seperti mereka yang bekerja keras dan selalu semangat. Berjuang demi kehidupan yang lebih baik lagi.  ALHAMDULILLAH.... Juga tidak lupa terimakasih untuk kalian yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu :')  Terimakasih untuk ...

Puisi BJ Habibie Untuk Istrinya, Ainun

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya Dan kematian adalah sesuatu yang pasti dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi Aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang. Sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati Hatiku seperti tak di tempatnya Dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi .... "Saya dilahirkan untuk Ainun dan Ainun dilahirkan untuk saya" ....Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang. Pada kesetiaan yang telah kau ukir Pada kenangan pahit manis selama kau ada Aku bukan mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang Tanpa mereka sadari, bahw...

Tentang 11 Januari

Foto : Internet Inilah kami saat bersama setelah ikrar suci yang kami ucapkan di 11 Januari tiga tahun silam. Bagi saya 3 tahun waktu yang cukup untuk bisa saling memahami satu sama lain.  Kami biasa melewatkan waktu pagi setelah sholat shubuh dengan duduk santai berdua di gazeboo ditemani coklat panas, donat toping keju dan embun pagi untuk sekedar berdiskusi tentang toko kue yang kami bangun bersama sejak tahun 2010, lalu pekerjaan utama kami sebagai karyawan saya di perusahaan developer dan dia di bidang advertisiment . Dialah imamku dan akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Kami memang belum dianugrahi mahluk-mahluk kecil namun kami berkeyakinan suatu saat mahluk kecil itu akan datang dan meramaikan rumah kami.  Kali ini saya akan membuat pengakuan, kali ini saya ingin berseru, " Saya bangga dan akan selalu bangga punya dia!".  Mungkin ini terkesan berlebihan tapi itulah yang saya rasakan dia selalu setia menemani saya, dia yang memberikan motivasi...

Minggu Yang Super Gila

Foto : Internet Minggu- minggu terakhir bulan Desember adalah minggu ter- ter -ter tegaaang yang pernah saya alami.  Dimulai dari tanggal 11 Desember kemarin saya sudah di buat pusing dengan urusan kerjaan yang menumpuk. Maklum, akhir tahun jadi semua data kantor harus sudah di persiapkan menjelang tutup buku. Mungkin kalau hanya soal data sih masih ke cover tapi masalah terbesar adalah para direksi yang punya kuasa mengeluarkan dana sudah memiliki plan untuk berlibur dengan waktu yang cukup lama. Jadi ya saya harus memprediksikan berapa uang yang di butuhkan selama 1 bulan ke depan. "HHaaaaaaa! ga sukaa kondisi kayak gini!!!" Sebenarnya kalau dengan mudah bilang sekian ratus juta tanpa ada embel-embel list ajuan dana-nya juga tidak akan sebingung ini sih, tapi kan kenyataannya tidak semudah itu saya tetap harus mengestimasi pengeluaran yang totalnya sampai sekian ratus juta itu untuk apa?.  Padahal kan saya juga masih belum bisa prediksi apa saja pengeluaran 2 mi...

Hello Tinkerbell

Foto : Internet Di kamar 3X2,5 m : "Hai Tinkerbell, hari ini aku ingin terbang. Mungkin sampai puncak menara Eiffel, apa kamu bisa melakukannya?" sambil melipatkan kedua tangan di dagu dengan mata merem melek.  "Heh! ngelamun aja, kesambet loh?" gebrakan tangan si duduls dicky ke pundak saya membuat semua lamunan ini buyar "Ahhh... Dickyyy, Kamuuuhhhhhhh !" "Ih si teteh, kayak orang gila senyum-senyum sendiri."  "Biarin , uweee!!" menjulurkan lidah terpanjang "daripada ngelamun nih aku kasih ini!"  "Apaan?" sambil pasang muka niat-ga-niat  "Ga tau ini hadiah dari ciki. " jawabnya singkat. "Aaa... TINKERBELL!! lucu.. kecil banget ky. Buat aku ya?" "Iya, kan tadi udah nawarin." pasang muka bete. "Tapi kok ga modal banget sih kamu ngasih aku hadiah dari ciki , huuu " sambil monyong-monyong "Ahh Cerewet! mau ga?" ...

Puteri Ketepel Dan Pangeran Kunang-Kunang

Foto : Internet Terilustrasi dari gambar Ariel diatas. Saya akan bercerita tentang satu kisah tentang seorang wanita yang mendambakan cinta sejatinya, sebutlah ia Putri Ketepel, disingkat Putpel. Putpel memiliki kebiasaan unik. Ketika malam datang ia duduk di atas loteng rumahnya. Diam-sendiri-merenung -menatap bintang- bicara pada bulan. Baginya malam adalah waktu yang paling tepat untuk melepaskan semua kepenatan aktivitasnya di siang hari. Begitupun dengan malam itu saat purnama. Bulan tampak perkasa dengan ornamen cahaya putih memuncah diantara gelapnya malam. Inilah saat yang ia tunggu-tunggu. Sambil tergopoh-gopoh ia menaiki anak tangga menuju kamarnya lalu loncat melalui mulut jendela, ia terlihat antusias sekali malam itu. Lembaran kertas, spidol dan ketepel butut pun selalu ia genggam sampai akhirnya ia bisa duduk manis di atas loteng. Gerak geriknya terlihat lain, dia begitu ceria dan bersemangat. Apa gerangan yang membuatnya seperti itu?barangkali ia sedang ja...

Sentilan Halus

Menutup bulan November beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sedikit sentilan halus dari yang Maha Kuasa. Sentilan (lagi) ini memberikan pelajaran lagi untuk saya untuk melakukan suatu hal dengan hati-hati dan DOA. Ya. hari itu Kamis, 29 November iring-iringan motor bersama orang tua saya untuk berkunjung ke suatu tempat. Jam 10:00 saya berangkat dengan beberapa list tempat yang sudah saya tempel dalam memory . Saya mau ke kantor, tapi sebelum sampai di tujuan utama saya punya plan ke beberapa tempat yang diantar orang tua saya, kebetulan mamah dan papah juga punya tujuan yang searah. Dalam hati saya mengingat-ingat lagi tempat mana saja yang mau saya jajaki. Setelah mengingat-ingat beberapa menit, akhirnya tergambar tempat-tempat mana saja yang akan saya lalui. Saya mau ke BEC, lalu ke NISP kepatihan untuk mengurusi pekerjaan yang tertinggal disana dan lanjut ke kantor. Saya sudah menduga pasti akan siang sekali saya tiba di kantor karena terjeda beberapa plan ke tempat-tempat i...