Umur 20 Tahun itu kenaikan dari sifat labil "masih disuapi".
Tingkat kedewasaan sudah mulai tampak dan pemikiran matang pun sudah berada di garis start hanya tinggal menunggu timing yang pas untuk melaju ke tahap garis finish yang menandakan sudah benar-benar matang.
Pengalaman yang terjadi dalam diri saya adalah di usia ini saya benar-benar belajar bagaimana mengambil suatu keputusan.
Mungkin tidak hanya saya, yang lain pun demikian.
Hanya saja beda konteks dan ruang saja.
Kebanyakan dari teman-teman saya adalah mahasiswa/i.
Tentunya, setiap sekolah memiliki cara tersendiri untuk membentuk karakter seorang didikannya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Dan itupun terbentuk karena dorongan setiap individunya.
Saya berada di lingkungan usia produktif.
rekan kerja, keluarga, teman dekat, mereka adalah faktor penunjang bagi pembentukan pola pikir yang lebih efisien.
Saya lebih belajar mengenai tata cara bicara yang baik dan benar.
Saya lebih belajar untuk bisa mengolah diri
Saya lebih belajar segalanya.
Ketika melafalkan diri dari "aku" menjadi "saya"
Ketika melafalkan ejaan "kamu" menjadi "anda"
.
Ketika rendah diri menjadi percaya diri
Ketika menjudge diri sebagai orang tidak berguna menjadi orang yang bermanfaat
Itu semua saya dapatkan di twenty ini.
Penuh tantangan untuk mendapatkan jati diri saya yang sesungguhnya.
Bersyukur Tuhan Yang Kuasayang masih memberikan kesempatan hingga angka 20 ini saya masih berdiri tegak.
"Terimakasih Ya Allah.. sangat bersyukur kepada Engkau.
Tanpa diri-Mu , saya bukan siapa-siapa. "
Tingkat kedewasaan sudah mulai tampak dan pemikiran matang pun sudah berada di garis start hanya tinggal menunggu timing yang pas untuk melaju ke tahap garis finish yang menandakan sudah benar-benar matang.
![]() |
Magical Cake -Mengubah Segalanya- |
Pengalaman yang terjadi dalam diri saya adalah di usia ini saya benar-benar belajar bagaimana mengambil suatu keputusan.
Mungkin tidak hanya saya, yang lain pun demikian.
Hanya saja beda konteks dan ruang saja.
Kebanyakan dari teman-teman saya adalah mahasiswa/i.
Tentunya, setiap sekolah memiliki cara tersendiri untuk membentuk karakter seorang didikannya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Dan itupun terbentuk karena dorongan setiap individunya.
Saya berada di lingkungan usia produktif.
rekan kerja, keluarga, teman dekat, mereka adalah faktor penunjang bagi pembentukan pola pikir yang lebih efisien.
Saya lebih belajar mengenai tata cara bicara yang baik dan benar.
Saya lebih belajar untuk bisa mengolah diri
Saya lebih belajar segalanya.
Ketika melafalkan diri dari "aku" menjadi "saya"
Ketika melafalkan ejaan "kamu" menjadi "anda"
.
Ketika rendah diri menjadi percaya diri
Ketika menjudge diri sebagai orang tidak berguna menjadi orang yang bermanfaat
Itu semua saya dapatkan di twenty ini.
Penuh tantangan untuk mendapatkan jati diri saya yang sesungguhnya.
Bersyukur Tuhan Yang Kuasayang masih memberikan kesempatan hingga angka 20 ini saya masih berdiri tegak.
"Terimakasih Ya Allah.. sangat bersyukur kepada Engkau.
Tanpa diri-Mu , saya bukan siapa-siapa. "
Komentar
Posting Komentar