Langsung ke konten utama

Mencoba 3 Langkah Mundur "17 September, Mengingat Kebesaran-Nya.."

Umur 20 Tahun itu kenaikan dari sifat labil "masih disuapi".
Tingkat kedewasaan sudah mulai tampak dan pemikiran matang pun sudah berada di garis start hanya tinggal menunggu timing yang pas untuk melaju ke tahap garis finish yang menandakan sudah benar-benar matang.

Magical Cake -Mengubah Segalanya-

Pengalaman yang terjadi dalam diri saya adalah di usia ini saya benar-benar belajar bagaimana mengambil suatu keputusan.

Mungkin tidak hanya saya, yang lain pun demikian.
Hanya saja beda konteks dan ruang saja.
Kebanyakan dari teman-teman saya adalah mahasiswa/i.
Tentunya, setiap sekolah memiliki cara tersendiri untuk membentuk karakter seorang didikannya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Dan itupun terbentuk karena dorongan setiap individunya.

Saya berada di lingkungan usia produktif.

rekan kerja, keluarga, teman dekat, mereka adalah faktor penunjang bagi pembentukan pola pikir yang lebih efisien.
Saya lebih belajar mengenai tata cara bicara yang baik dan benar.
Saya lebih belajar untuk bisa mengolah diri
Saya lebih belajar segalanya.

Ketika melafalkan diri dari "aku" menjadi "saya"
Ketika melafalkan ejaan "kamu" menjadi "anda"
.
Ketika rendah diri menjadi percaya diri
Ketika menjudge diri sebagai orang tidak berguna menjadi orang yang bermanfaat

Itu semua saya dapatkan di twenty ini.
Penuh tantangan untuk mendapatkan jati diri saya yang sesungguhnya.

Bersyukur Tuhan Yang Kuasayang masih memberikan kesempatan hingga angka 20 ini saya masih berdiri tegak.

"Terimakasih Ya Allah.. sangat bersyukur kepada Engkau. 
Tanpa diri-Mu , saya bukan siapa-siapa. " 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganalisa Persentase Bangunan dan Material

"Dita, mulai sekarang kamu sering-sering ke belakang ya. Lihat lapangan lalu analisis persentase pembangunan rumah-rumah yang sedang kita bangun buatkan juga saya laporan total material Yang terpakai. Tidak hanya melihat patokan RAB saja ya."   Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan atasan saya beberapa bulan kebelakang. Well, dengan kata lain mulai hari itu tugas saya di kantor bertambah, "Wadaww! gaji saya kapan nambah pak?" *Twew* dumel saya dalam hati.  Awalnya memang saya merasa ga ikhlas sih nerima kerjaan ini. Selain karena "ehem"-nya saya juga takut kerjaan saya jadi banyak yang keteteran gara-gara ini. Apalagi saya sering sekali melakukan keteledoran: by my own admission that is a bad habit . Uh! apalagi kalau di tambah seperti ini sudah tentu ingin nangis (cengeng, buk!)   Tapi ah, gimana mau tahu kemampuan diri kalau belum mencobanya. Kalau salah kan bukan berarti 100% kesalahan saya toh, ini bukan pekerjaan pokok saya. Lagipul...

TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN

Teori asal usul kehidupan di bagi kedalam dua bagian, diantaranya : 1. Teori Abiogenesis          yaitu bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk tak hidup. Tokoh yang menprakarsai teori tersebut adalah Aristoteles, tokoh pendukung teori ini diantaranya; Antonyvan Leeuwenhook dan John Needham. Contoh percobaan Abiogenesis 2. Teori Biogenis          yaitu bahwa semua kehidupan berasal dari sel telur ( omne vivum ex ivo), semua sel telur berasal dari kehidupan (omne ovum ex vivo), semua kehidupan berasal dari kehidupan ( omne vivum ex vivo ) . Teori tersebut berdasarkan pada percobaan yang dilakukan pada percobaan kontrol dan percobaan perlakuan. Tokoh yang memprakarsai teori tersebut adalah F. Redy, Lazzaro Spalanzoni, Louis Paster. Contoh percobaan Biogenesis. 1. Percobaan F. Redy  2. Percobaan Lazzaro Spalanzani 3. Percobaan Louis Pasteur 

Tentang 11 Januari

Foto : Internet Inilah kami saat bersama setelah ikrar suci yang kami ucapkan di 11 Januari tiga tahun silam. Bagi saya 3 tahun waktu yang cukup untuk bisa saling memahami satu sama lain.  Kami biasa melewatkan waktu pagi setelah sholat shubuh dengan duduk santai berdua di gazeboo ditemani coklat panas, donat toping keju dan embun pagi untuk sekedar berdiskusi tentang toko kue yang kami bangun bersama sejak tahun 2010, lalu pekerjaan utama kami sebagai karyawan saya di perusahaan developer dan dia di bidang advertisiment . Dialah imamku dan akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Kami memang belum dianugrahi mahluk-mahluk kecil namun kami berkeyakinan suatu saat mahluk kecil itu akan datang dan meramaikan rumah kami.  Kali ini saya akan membuat pengakuan, kali ini saya ingin berseru, " Saya bangga dan akan selalu bangga punya dia!".  Mungkin ini terkesan berlebihan tapi itulah yang saya rasakan dia selalu setia menemani saya, dia yang memberikan motivasi...