Langsung ke konten utama

Sehari Sebelum Perjalanan ke Situpatenggang

Hamparan perkebunan yang indah di sepanjang jalan menuju Situpatenggang,
membuat saya menitihkan air mata,
tersadar kalau ternyata alam ciptaan-Nya itu sangatlah indah...





* Sehari Sebelum *
10 Desember 2011

Dikantor.
Sabtu pagi sekitar jam 10:00.
tiba-tiba saja saya teringat dengan janji relasi untuk menyerahkan laporan keuangan perusahaan tempat saya bekerja.
Melalui via telepon. kami berbicara .

Saya        : Hallo , bisa dengan zheppy?
Operator  : Baik, di tunggu.
---
Zheppy    : Hallo.
Saya        : Hallo zhep. ini saya Dita. Cuma mau mastiin kalau LK (singkatan lap. keuangan) sudah jadi ?
Zheppy    : oh, itu. udah teh. tapi masih di periksa.  (teteh adalah panggilan akrab zheppy untuk saya)
Saya        : oke deh. berarti senin aku ambil bisa ya?
Zheppy    : bisa teh. bisa.
                 Oh ya teh besok mau ikut ga ke ciwidey?
Saya        : Ciwidey ?? wuaahhh.... sama siapa aja? emang bisa aku ikut?
Zheppy    : banyakan kok teh. Ya ikut aja, ga kan di cuekin kok. dijamin...
Saya        : hihihi... ya deh nanti aku kabarin lagi.
Zheppy    : eh tunggu teh, nih ngomong langsung aja sama teh risna ya?
Saya        : oke....
-------------------
Teh Risna    : Haloo,
Saya            : Hei teh, gimana gimana. emang beneran besok mau ke ciwidey?
Teh Risna    : Iya, ikut yuk.
Saya            : hemm.. ikut ga ya?,
Teh Risna    : Udah ikut aja, banyakan kok!.
                     Besok kumpul di Spectra jam 05:30 yaa..
                     Jangan lupa patungannya Rp. 30.000,- saja .. hehehe!
Saya            : Hah? jam setengah enam ? yang bener aja teh?, aku kan ga bisa bangun pagi....hhuueueueuuu
                     tapi, tapi,  kasih waktu sampe jam 12 yaa.. nanti aku di kabarin lagi.
Teh Risna    : Oke.!

Setelah mikir selama 2 jam, akhirnya saya memutuskan untuk ikut.
Lalu saya kabari Teh Risna melalui pesan singkat


teh... ikuttt... :)


--Send to : T. Risna Spectra--

..dred dred ..

Notificat : Message Send!

Memang sesuai judul "pesan singkat" = pesannya memang singkat.

***

Malamnya saya masih sedikit ragu, ikut apa tidak.
masalahnya itu pergi ke sana saya harus menyetir motor dan membonceng satu teman spectra, kuat ga ya?
lama ga ya?
jauh ga ya?
3 pertanyaan yang membuat saya ragu-ragu tapi tetep mau.

Dan akhirnya, tibalah hari itu.

Saya pun jadi ikut.
Tanpa menghiraukan perasaan apapun, saya berangkat.
Tapi pada saat saya mau berangkat, tiba-tiba saja ban motor saya gembos.

Apa ini pertanda saya tidak diijinkan untuk pergi?

"Ya Allah, jangann... aku ingin refreshing Ya Allah..." teriak saya dalam hati.

 Waktu sudah menunjukan jam 6:15
"Haaa.... gimana ini?
Haduh, haduh, haduh.
Hp. Hp. Hp... Hp kemana sih kamu...." *kebingungan kayak orang stress*

Saya pun mencari-cari hp.
naik tangga - turun tangga.
Buka tas, ngodok-ngodok saku pake tangan kanan,
tetep ga ada.
Tapi keajaiban, Hp sudah saya ada di genggaman tangan kiri saya.
Jadi ternyata dari tadi Hp memang sudah saya pegang ! ! !
Hadeuh ! GubRAk *

"Ya ampuunn.. Ditaa...." tepok jidat sambil gerutu ke diri sendiri.

Dengan segera saya buka phonebook
dan mencari nama Teh Risna- Spectra dan CALL

Teh Risna : Halo dit dimana?
Saya         : Ban motor bocor teh, jadi harus tambal dulu. gimana ya? pasti udah mau berangkat ya?
Teh Risna  : ga kok masih sarapan. Sok, di tungguin.
Saya         : oke, makasih yaa....

*KLik *

Dengan modal cium tangan orang tua saya minta restu untuk keselamatan perjalanan saya.
Dan untungnya orangtua tidak meragukan keberangkatan saya.

Ban motor masih dalam keadaan kempes, saya jalankan dengan pelan
sepanjang jalan saya tengok kanan kiri. berharap sudah ada tukang tambal ban yang buka.
Alhamdulillah wasyukurillah pencarian pun tidak sia-sia.
Saya pun kembali bersemangat!.

"masih ada harapan untuk ikut ke ciwidey ...." bisik hati kecil saya.

Lima belas menit berlalu,
motor pun sudah dalam kondisi prima.
Saya melanjutkan perjalanan saya menuju spectra.
Dan tampaknya, saya orang terakhir yang sedang di tunggu-tunggu oleh mereka...
hehehehe ! ge-er amat yak !

***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganalisa Persentase Bangunan dan Material

"Dita, mulai sekarang kamu sering-sering ke belakang ya. Lihat lapangan lalu analisis persentase pembangunan rumah-rumah yang sedang kita bangun buatkan juga saya laporan total material Yang terpakai. Tidak hanya melihat patokan RAB saja ya."   Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan atasan saya beberapa bulan kebelakang. Well, dengan kata lain mulai hari itu tugas saya di kantor bertambah, "Wadaww! gaji saya kapan nambah pak?" *Twew* dumel saya dalam hati.  Awalnya memang saya merasa ga ikhlas sih nerima kerjaan ini. Selain karena "ehem"-nya saya juga takut kerjaan saya jadi banyak yang keteteran gara-gara ini. Apalagi saya sering sekali melakukan keteledoran: by my own admission that is a bad habit . Uh! apalagi kalau di tambah seperti ini sudah tentu ingin nangis (cengeng, buk!)   Tapi ah, gimana mau tahu kemampuan diri kalau belum mencobanya. Kalau salah kan bukan berarti 100% kesalahan saya toh, ini bukan pekerjaan pokok saya. Lagipul...

TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN

Teori asal usul kehidupan di bagi kedalam dua bagian, diantaranya : 1. Teori Abiogenesis          yaitu bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk tak hidup. Tokoh yang menprakarsai teori tersebut adalah Aristoteles, tokoh pendukung teori ini diantaranya; Antonyvan Leeuwenhook dan John Needham. Contoh percobaan Abiogenesis 2. Teori Biogenis          yaitu bahwa semua kehidupan berasal dari sel telur ( omne vivum ex ivo), semua sel telur berasal dari kehidupan (omne ovum ex vivo), semua kehidupan berasal dari kehidupan ( omne vivum ex vivo ) . Teori tersebut berdasarkan pada percobaan yang dilakukan pada percobaan kontrol dan percobaan perlakuan. Tokoh yang memprakarsai teori tersebut adalah F. Redy, Lazzaro Spalanzoni, Louis Paster. Contoh percobaan Biogenesis. 1. Percobaan F. Redy  2. Percobaan Lazzaro Spalanzani 3. Percobaan Louis Pasteur 

Tentang 11 Januari

Foto : Internet Inilah kami saat bersama setelah ikrar suci yang kami ucapkan di 11 Januari tiga tahun silam. Bagi saya 3 tahun waktu yang cukup untuk bisa saling memahami satu sama lain.  Kami biasa melewatkan waktu pagi setelah sholat shubuh dengan duduk santai berdua di gazeboo ditemani coklat panas, donat toping keju dan embun pagi untuk sekedar berdiskusi tentang toko kue yang kami bangun bersama sejak tahun 2010, lalu pekerjaan utama kami sebagai karyawan saya di perusahaan developer dan dia di bidang advertisiment . Dialah imamku dan akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Kami memang belum dianugrahi mahluk-mahluk kecil namun kami berkeyakinan suatu saat mahluk kecil itu akan datang dan meramaikan rumah kami.  Kali ini saya akan membuat pengakuan, kali ini saya ingin berseru, " Saya bangga dan akan selalu bangga punya dia!".  Mungkin ini terkesan berlebihan tapi itulah yang saya rasakan dia selalu setia menemani saya, dia yang memberikan motivasi...