Langsung ke konten utama

Preman Juga Manusia :'(

Di pagi jumat yang indah ini dengan penuh senyuman saya melangkahkan kaki
untuk melakukan rutinitas sehari- hari. Tak lain dan tak bukan adalah bekerja untuk mencari sesuap nasi.

Saya sampai di tempat kerja pukul 09.45
saya melihat seorang pria setengah baya sedang duduk termenung didepan pintu.
saya mengenalinya, dialah Pak Iyin. 
Pak Iyin adalah salah satu pekerja di tempat saya bekerja.
Hanya saja dia bukan staff disini, melainkan seorang mandor.
Pak Iyin terkenal dengan sebutan preman daerah sini. 

Sesaat setelah saya memarkirkan motor dan berjalan ke pintu masuk.
Pa Iyin memanggil saya, " Neng...."
Glek*
Lalu saya pun balik menyapanya walaupun rasanya sedikit takut, " eh pak!"
Pak Iyin mengikuti langkah saya.
Saya pun terheran, ada apa dengan sikap Pak Iyin.
Saya melihat di tangannya, ia menggenggam sebuah nota.
Saya mengira itu nota pembayaran untuk projek urugan di rumah yang sedang dalam pembangunan.

Saya menoleh kebelakang dan menyapa kembali, "ada apa ya pak? Apa ada perlu dengan saya?" 
ucap saya sambil melirik ke arah nota tersebut
Dengan memasang wajah yang penuh keyakinan. Pak Iyin pun menyodorkan nota-nota itu pada saya
Pembicaraan pun dimulai.
Pak Iyin : " Neng, apa kemarin sudah dapat intruksi dari direksi untuk melunasi pembayaran urugan?"
Saya      : " hem...bentar pak, oh iya. iya sudah pak. "
Pak Iyin : " nah sekarang saya mau minta..karena atasan pun sudah janji sama saya jam 10:00 sudah bisa di lunasi"

Dahi saya mengerut dan mendekatinya.

Saya      : "boleh saya lihat pak bukti bon-nya?"
Pak Iyin : "ini neng.."

Saya lihat perlembar dan mengecek satu per-satu nota-nya. dari mulai tanggal~ banyaknya barang~ harga ~ dan total pembayaran.

Saya menggegam nota tersebut. dan kembali membuka percakapan
Saya    : " gini pak Iyin, untuk ajuan ini saya terima dulu tapi untuk pembayarannya tidak bisa jam 10:00
karena saya juga harus konfirmasi ulang. Jadi kemungkinan sore dan itupun tidak bisa full 11 rit."

Pak Iyin melanjutkan
" lho? kok bisa neng. Tapi saya sudah di acc oleh atasan sini tuh jam 10:00 dan apa emang ga bisa di full-kan harganya?"

Saya terdiam sejenak, dan mencari kata-kata yang terbaik supaya beliau tidak tersinggung.
Disamping saya menuakan beliau saya pun sebenarnya takut padanya.
Kabar punya kabar Pak Iyin itu mantan preman di lingkungan tempat saya bekerja.
Hiii .. seremmm. Kebayang saja kalau sampai dia tersinggung terus tahu-tahu golok sudah ada didepan mata saya...Aaaaarrrghhhhh.. tidakk...

Setelah memantapkan kata-katanya saya pun menarik napas
"Begini pak, sebetulnya prosedur yang sekarang itu memang aga sedikit rumit.
Tapi ya memang harus seperti ini, jadi mohon dimaklumi ya pak?"

"Tapi neng. kalau boleh jujur sayah teh butuh pisan sekarang, buat anak saya. Dia teh susah sekolah da motornya sayah gadei-in. Terus tadi teh sayah olo biar mau sekolah. Saya bilang nanti atuh ya cep, bapak hari ini juga dapet uang sok atuh sakola keula nyak da bageur"
 Glek..
Wajahnya memelas sekali.

'kok bapak jadi curhat'.. ucap saya dalam hati.

Setelah mendengar cerita dia yang panjang itu kalau di ukur mungkin sampai 2 KM (:huu...lebay)
saya pun menjawabnya.

"Oh.. gitu ya pak. Saya juga ga enak pak kalau bapak ngomong kayak gini. karena saya juga tidak bisa mengabulkan permintaan bapak ini. Mohon sabar ya pak, sampai sore nanti. Saya harus check dulu sudah ditransfer atau belumnya. Oke pak?"  *Mengembangkan senyum terbaik*

Pak Iyin   : " Ya sudah atuh neng, makasih ya?"

Akhirnya Pak Iyin pun berhasil saya bujuk untuk bersabar.
Dengan keadaan jaket dan tas yang masih menempel di tubuh, saya pun berjalan menyusuri anak tangga. 
Saya menggeserkan kursi saya dan duduk. 

Saya termenung,
Ternyata preman itu juga manusia segalak apapun dia tapi masih punya hati yang lembut juga...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganalisa Persentase Bangunan dan Material

"Dita, mulai sekarang kamu sering-sering ke belakang ya. Lihat lapangan lalu analisis persentase pembangunan rumah-rumah yang sedang kita bangun buatkan juga saya laporan total material Yang terpakai. Tidak hanya melihat patokan RAB saja ya."   Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan atasan saya beberapa bulan kebelakang. Well, dengan kata lain mulai hari itu tugas saya di kantor bertambah, "Wadaww! gaji saya kapan nambah pak?" *Twew* dumel saya dalam hati.  Awalnya memang saya merasa ga ikhlas sih nerima kerjaan ini. Selain karena "ehem"-nya saya juga takut kerjaan saya jadi banyak yang keteteran gara-gara ini. Apalagi saya sering sekali melakukan keteledoran: by my own admission that is a bad habit . Uh! apalagi kalau di tambah seperti ini sudah tentu ingin nangis (cengeng, buk!)   Tapi ah, gimana mau tahu kemampuan diri kalau belum mencobanya. Kalau salah kan bukan berarti 100% kesalahan saya toh, ini bukan pekerjaan pokok saya. Lagipul...

TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN

Teori asal usul kehidupan di bagi kedalam dua bagian, diantaranya : 1. Teori Abiogenesis          yaitu bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk tak hidup. Tokoh yang menprakarsai teori tersebut adalah Aristoteles, tokoh pendukung teori ini diantaranya; Antonyvan Leeuwenhook dan John Needham. Contoh percobaan Abiogenesis 2. Teori Biogenis          yaitu bahwa semua kehidupan berasal dari sel telur ( omne vivum ex ivo), semua sel telur berasal dari kehidupan (omne ovum ex vivo), semua kehidupan berasal dari kehidupan ( omne vivum ex vivo ) . Teori tersebut berdasarkan pada percobaan yang dilakukan pada percobaan kontrol dan percobaan perlakuan. Tokoh yang memprakarsai teori tersebut adalah F. Redy, Lazzaro Spalanzoni, Louis Paster. Contoh percobaan Biogenesis. 1. Percobaan F. Redy  2. Percobaan Lazzaro Spalanzani 3. Percobaan Louis Pasteur 

Tentang 11 Januari

Foto : Internet Inilah kami saat bersama setelah ikrar suci yang kami ucapkan di 11 Januari tiga tahun silam. Bagi saya 3 tahun waktu yang cukup untuk bisa saling memahami satu sama lain.  Kami biasa melewatkan waktu pagi setelah sholat shubuh dengan duduk santai berdua di gazeboo ditemani coklat panas, donat toping keju dan embun pagi untuk sekedar berdiskusi tentang toko kue yang kami bangun bersama sejak tahun 2010, lalu pekerjaan utama kami sebagai karyawan saya di perusahaan developer dan dia di bidang advertisiment . Dialah imamku dan akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Kami memang belum dianugrahi mahluk-mahluk kecil namun kami berkeyakinan suatu saat mahluk kecil itu akan datang dan meramaikan rumah kami.  Kali ini saya akan membuat pengakuan, kali ini saya ingin berseru, " Saya bangga dan akan selalu bangga punya dia!".  Mungkin ini terkesan berlebihan tapi itulah yang saya rasakan dia selalu setia menemani saya, dia yang memberikan motivasi...